Waralaba Makanan Asal Indonesia yang Mendunia

emmanuellelambrey

Waralaba Makanan Asal Indonesia yang Mendunia

Waralaba Makanan Asal Indonesia yang Mendunia – Dalam dunia bisnis, konsep waralaba memang tak diragukan lagi keberhasilannya. Sebab dengan konsep tersebut suatu usaha cepat berkembang bukan cuma untuk negeri sendiri tetapi juga mancanegara. Jadi tak salah bila beberapa waralaba ini, memiliki cabang di berbagai negara.

Berikut waralaba asli indonesia yang memiliki cabang diluar negeri

Kebab Baba Rafi

Siapa sangka jika makanan yang diadaptasi dari makanan khas Turki ini bisa laris manis hingga ke pasar global. Bahkan Kebab Baba Rafi ini sekarang sudah menjadi waralaba kebab terbesar di dunia. Yaitu Hendy Setiono yang mengawali usaha makanan yang berasal dari timur tengah ini. Sejak tahun 2003, Hendy bersama mantan istrinya mendiri UKM ini, di Surabaya dengan  sebuah gerobak yang sederhana,

Waralaba Makanan Asal Indonesia yang Mendunia

Dua tahun berikutnya yaitu di tahun 2005, Kebab Baba Rafi pun mulai diwaralabakan sebab waralaba adalah usaha yang potensial dan menjanjikan. Selang dua tahun kemudian tepatnya di tahun 2007 ini, usaha Kebab Turki Baba Rafi ini telah berkembang sangat cepat hingga seluruh Indonesia dengan berdirinya 336 outlet. ceme online

Karena perkembangan usaha ini, sehingga pada tahun 2008, head office UKM ini dipindahkan ke Jakarta. Dan merekrut banyak tenaga kerja profesional demi manajemen kantor yang sehat. Ternyata keputusannya tersebut benar, Kebab Turki Baba Rafi semakin berkembang pesat hingga berbagai macam penghargaan diraihnya.

Setelah mencapai puncaknya, di tahun 2009 UKM ini pun memutuskan untuk Go Internasional sekaligus membawa nama Indonesia ke mancanegara. Negara Malaysia dipilih menjadi negara perdananya, tak lama kemudian UKM ini pun menambah cabangnya di Filipina, Cina, Srilanka, Singapura, Brunei Darussalam, Belanda. Bahkan di tahun 2015 usaha kebab ini sudah mempunyai 1200 outlet yang tersebar di Indonesia dan Mancanegara.

J.CO Donuts

Banyak yang keliru mengira bahwa J.CO Donuts adalah waralaba asing padahal mereka merupakan UKM lokal Indonesia yang sekarang sudah menjadi perusahaan yang besar. Perusahaan ini didirikan oleh Johnny Andrean seorang pengusaha yang sukses di bidang salon.

J.CO bukan saja memproduksi donat namun juga yoghurt beku dan kopi.  Proses pengembangan J.CO menjadi besar seperti sekarang tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan. Johnny butuh waktu tiga tahun untuk melakukannya. Johnny melakukan riset, survey pasar dan sampling mengenai  donat seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat. Baru akhirnya dia memulai usaha.

Begitu pula dengan kopi dan yoghurtnya, ia melakukan hal yang serupa. Setelah melakukan survei secara matang akhirnya Johnny mulai memberanikan diri membuka bisnisnya di bulan Juni 2005. Gerai J.CO pertama kali dibuka di kawasan Supermal, Karawaci, Tangerang. Dan ternyata konsepnya tersebut berhasil diterapkan. Banyak pengunjung yang penasaran dan ingin membeli lagi donatnya.

Keberhasilan J.CO di daerah Karawaci membuat Johni tak pikir panjang untuk membuka cabang di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, Lampung, Pekanbaru dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Dan pada tahun 2007, J.CO sudah berhasil membuka cabang di berbagai negara seperti Singapura, Australia dan Hongkong.

Es Teller 77

Brand Es Teler 77 sangat fenomenal walaupun sudah banyak es teler yang mirip. Siapa sangka jika bisnis yang telah laris manis ini dulunya hanya sebuah warung tenda sederhana milik Murniati Widjaja. Warung tersebut berada di teras sebuah pertokoan Duta Merlin di daerah Jakarta Pusat yang sekarang sudah menjadi Carrefour Harmoni.

Ketika usia Es Teler 77 menginjak di tahun ke enam tepatnya di tahun 1987,  sang menantu, Sukyanto Nugroho mulai mewaralabakannya. Dengan itu, dapat dikatakan bahwa Es Teler 77 adalah makanan cepat saji Indonesia yang mengawali bisnis waralaba.

Tujuh tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 1977 mengikuti trend gaya hidup akhirnya Es Teler 77 membuka gerai di Mall. Waktu itu Es Teler 77 tak cuma menjual es teler tetapi juga sudah merambah ke bisnis kuliner lainnya dengan mengenalkan konsep makanan siap saji yang menawarkan makanan dan minuman jajanan favorit Indonesia.

Di tahun 1998, Es Teler 77 mulai memberanikan diri go Internasional dengan membuka cabang pertamanya di Singapura. Di tahun 2000 melebarkan sayap ke Melbourne, Australia, dan Tahun 2010 Es Teler 77 sudah memiliki 180 gerai di Indonesia, 3 di Singapura, 2 di Australia dan 1 Johor Malaysia.

Bumbu Desa

Meski berkonsep restoran tradisional yang menyajikan masakan dengan bumbu desa namun ternyata Bumbu Desa mampu menjadi masakan mancanegara. Restoran yang didirikan sejak tahun 2004 ini, mulanya hanyalah sebuah restoran di Jalan Laswi Bandung. Namun karena banyak peminatnya akhirnya Bumbu Desa membuka outlet di beberapa kota seperti Surabaya, Jakarta, Bogor, Makassar, Cirebon, Tangerang, Yogyakarta, Depok, Bali, Palembang, Padang, Bukittinggi dan Balikpapan

Dalam waktu singkat ini, ternyata Bumbu Desa telah mampu berdiri di mal-mal besar di kota besar di seputaran Jabodetabek hingga memiliki 10 outlet. Pada tahun 2010, Bumbu Desa pun mulai merambah go internasional dengan membuka outlet di Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia. Bahkan di Malaysia, Bumbu Desa eksis di gedung pencakar langit KLCC yang merupakan salah satu etalase dunia dan di Bandara Internasional KLIA 2.

Waralaba Makanan Asal Indonesia yang Mendunia

Ayam Bakar Mas Mono

Jika melihat kesuksesan Pramono atau akrab disapa mas Mono pasti tak ada yang mengira kalo dulunya Mas Mono mengalami masa-masa pahit.  Pria kelahiran Madiun ini setelah lulus SMA mengadu nasib di ibukota sebagai office boy di suatu perusahaan ternama di Jakarta. Di sana ia tak mau cuma berdiam diri sebagai OB tetapu ketika tak ada kerjaan dia menggunakan fasilitas kantor dengan belajar komputer dan lain-lain. Hingga akhirnya dia dipercaya menjadi supervisor.

Namun sayang meski sudah naik pangkat gajinya ternyata tak cukup untuk membiayai ayahnya yang terbaring di rumah sakit. Mono langsung mengajukan resign dari kantornya untuk berwirausaha, Saat itu dia memilih membuka usaha gorengan keliling. Sayangnya usahanya tak berjalan mulus, omzet per hari hanya Rp15-20ribu saja.

Saat sang ibu menyusul Mono ke Jakarta, ibunya pun merasa kasihan karena Mono kerja cuma sebagai pedagang gorengan padahal di kampungnya Mono dikenal sebagai pegawai kantoran. Ibunya pun menyuruh Mono untuk kembali bekerja di kantor meski hanya sebagai OB.

Mono akhirnya berhenti menjual gorengan, tetapi dia tak juga melamar menjadi orang kantoran. Dia malah mencoba peruntungan berdagang ayam bakar di depan Universitas Sahid Tebet. Di hari pertama jualan, gerobak mas Mono ambruk sampai ayam yang ia jual tumpah. Hal tersebut disebabkan, gerobak yang digunakan adalah gerobak gorengan, Pastinya gerobak tersebut lebih rapuh ditambah bila digunakan untuk berdagang ayam bakar yang harus membawa nasi yang banyak.

Selain gerobaknya yang ambruk, Mono pun harus bekerja lebih keras dengan bangun lebih awal dan tidur lebih larut. Untuk mempersiapkan dagangannya, ia mulai usahanya dengan berjalan ke pasar jam tiga dini hari lalu jam 4 subuh sudah menghidupkan kompor saat kebanyakan orang masih tidur. Lalu dia berjualan setiap hari kecuali hari libur dari pagi sampai jam 2 siang. Sebab waktu itu masih pedagang kaki lima jadi walau jualan belum habis tetapi jam sudah menunjukkan pukul dua siang ia harus menutup dagangan. Karena harus bertukar dengan pedagang kaki lima lainnya.

Tetapi itu cerita lama, sekarang dagangan Mas Mono kian tahun semakin laku. Pembelinya bukan cuma mahasiswa di area dia berjualan tetapi juga pegawai kantoran, pejalan kaki hingga artis-artis terkenal seperti Aming, Cut Tari, Indy Barens, Indra Bekti dan lain-lain yang fotonya Mas Mono pajang di warungnya.

Selain itu Mas Mono sekarang mulai menawarkan katering di banyak kantor bahkan stasiun televisi swasta sudah menjadi langganan tetap kateringnya yang sekali order bisa mencapai 4000 box. Sekarang sudah 16 tahun Ayam Bakar Mas Mono berkiprah dan membuka cabang dimana-mana, baik di Indonesia hingga di mancanegara yakni Shah Alam, Malaysia dan di Singapura.

August 2022
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories